Tujuh Kegiatan Promosi Indonesia di RRT Dalam Tujuh Bulan Hasilkan Kerjasama Konkret dan Transaksi Bernilai Puluhan Milyar Rupiah

Nanjing (23/7/2011)—Dalam tujuh bulan terakhir ini, Perwakilan RI di RRT telah adakan tujuh kali kegiatan promosi terpadu yang menghasilkan kerjasama konkret di berbagai sektor serta buahkan transaksi yang bernilai puluhan Milyar Rupiah. Rangkaian program promosi Indonesia ini dilakukan secara proaktif dan intensif oleh Perwakilan RI di RRT sepanjang tahun 2011 dalam rangka mendorong perwujudan kepentingan nasional dan percepatan pencapaian target pembangunan,  khususnya di bidang  perdagangan, pariwisata, dan investasi (Trade, Tourism and Investment, disingkat TTI). Hal ini diungkap oleh Duta besar RI untuk RRT merangkap Mongolia, Imron Cotan, dalam pertemuan dengan Wakil Ketua CCPIT (China Council for Promotion of International Trade) Jiangsu Sub-Council sebelum acara pembukaan event promosi Indonesia yang diadakan pada tanggal 22 Juli 2011 di Nanjing, ibukota provinsi  Jiangsu. Pada pertemuan ini, Dubes RI bersama dengan Sestama BPOM, Staf Ahli Menteri Perdagangan, dan didampingi oleh Konsul Jenderal RI Guangzhou dan Hong Kong juga bertemu dengan Rektor Nanjing University of Chinese Medicine (NUCM). Melihat besarnya animo dan positifnya respon dari pemerintah dan rakyat Tiongkok di setiap kegiatan promosi yang diadakan Indonesia, Dubes RI optimis bahwa target volume perdagangan sebesar USD 80 Milyar pada tahun 2015 yang ditetapkan oleh kedua Kepala Negara akhir bulan April lalu akan dapat direalisasikan. Sementara itu, dalam tanggapannya, pihak RRT menyatakan akan terus mendorong pengusaha dan investor Tiongkok untuk menjalin kerjasama bisnis dan menanamkan modal di Indonesia sesuai dengan kebijakan ‘Go Global’ serta mendukung kegiatan promosi TTI yang dilakukan Indonesia di wilayah RRT. Di setiap event kegiatan promosi yang digelar di kota-kota strategis di wilayah RRT, yakni di Beijing (2 kali), Shenzhen, Xiamen, Fuzhou, Nanning dan Nanjing, ratusan peserta dari Tiongkok, baik dari kalangan pengusaha, investor, pelaku industri dari bermacam sektor strategis maupun masyarakat luas berpartisipasi pada setiap agenda acara yang diadakan. Hal ini mengindikasikan tingginya minat masyarakat Tiongkok untuk mengenal lebih jauh serta menjalin hubungan dan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Indonesia. Promosi TTI ketujuh di Nanjing ini difokuskan untuk memperkenalkan dan mengembangkan peluang kerjasama di sektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan. Sebanyak lebih dari 300 orang mengikuti berbagai agenda kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar, diskusi, forum konsultasi investasi, pertemuan promosi pariwisata, one-on-one meeting, pameran produk dan layanan, serta gala malam kebudayaan IndonesiaWasserpark. Dalam acara pembukaan event yang diresmikan oleh Dubes RI juga telah diadakan penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerjasama di bidang pendidikan antara Nanjing University of Chinese Medicine (NUCM) dengan Universitas Sanata Dharma, Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Ahmad Dahlan.  Baik Dubes RI maupun Sestama BPOM RI menggarisbawahi bahwa obat-obatan tradisional dan metode perawatan kesehatan Indonesia, seperti jamu dan spa, tidak perlu diperbandingkan dengan Tiongkok, melainkan agar keduanya dapat saling melengkapi (komplementer) dengan kelebihan dan keutamaan masing-masing, sehingga memberikan manfaat yang nyata secara kualitas dan efisiensi finansial bagi pengguna (customer) dari kedua negara. Event TTI Nanjing ini diikuti oleh kalangan pemerintah dan swasta dari berbagai sektor terkait, antara lain pendidikan, obat-obatan, pertanian, infrastruktur, energi, makanan dan minuman, pariwisata, investasi, termasuk trading company dan perusahaan waralaba. Pelaku bisnis dari Indonesia yang mengikuti kegiatan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan jejaring hubungan sekaligus menjajaki dan memperluas akses pasar di RRT. Kegiatan seminar tentang prospek dan peluang kerjasama antar-universitas diikuti oleh 12 universitas dari Indonesia, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Parahyangan (UNPAR), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Satya Wacana Salatiga, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, STIE YKPN Yogyakarta, AKAKOM, STIKES Gunadarma dan Universitas Presiden. Mitra prospektif dari RRT yang berpartisipasi adalah 9 (sembilan) lembaga pendidikan tinggi, yakni Nanjing University of Aeronautics and Astronautics (NUAA), Nanjing University, Nanjing Normal University, University of International Business and Economy (UIBE), Nanjing University of Chinese Medicine, Xiaozhuang University, Southeast University, dan Nanjing University of Information, Science and Technology. Pameran produk menampilkan profil sekolah tinggi dan informasi tentang peluang belajar di Indonesia, produk dan layanan perawatan kesehatan, khususnya jamu atau obat-obatan herbal dan spa, informasi mengenai investasi, paket perjalanan wisata, komoditas unggulan (kopi), makanan dan minuman serta produk waralaba lainnya. Sementara itu, acara malam kebudayaan Indonesia yang diisi dengan penampilan seni tari dan musik, termasuk Angklung, dari tim kesenian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung juga mendapatkan sambutan yang luar biasa dari undangan yang memenuhi Ballroom hotel Westin Nanjing. Kota Nanjing dipilih sebagai salah satu tempat tujuan promosi karena dianggap memiliki nilai strategis, baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Terletak di zona ekonomi Delta Sungai Yangtze, Nanjing dengan populasi lebih dari 5 juta ini adalah pusat perdagangan terbesar kedua di wilayah timur Tiongkok setelah Shanghai. Lima pilar industri utama Nanjing adalah elektronik, otomotif, petrokimia, besi dan baja, serta energi. Pada tahun 2010, GDP kota Nanjing mencapai 501 Milyar RMB (81 Milyar Dollar AS), terbesar ketiga di Jiangsu dan ke-14 di RRT. Sementara itu, total perdagangan provinsi Jiangsu mencapai 460 Milyar Dollar AS, dengan nilai ekspor sebesar 250 Milyar Dollar AS dan impor 210 Milyar Dollar AS. Volume perdagangan Jiangsu-Indonesia tahun lalu naik sebesar 50%. Kota yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Pemuda Musim Panas 2014 juga merupakan salah satu pusat pendidikan, riset, jaringan transportasi, pariwisata nasional serta konsentrasi investasi asing di RRT. Akhir tahun lalu, 31 investor dari Indonesia menanamkan modalnya di Nanjing dengan kontrak senilai USD 135 juta dan total investasi aktual mencapai USD 18,10 juta. Sementara itu, saat ini sebanyak kurang lebih 200 perusahaan asal Jiangsu menjalin kerjasama dan telah berinvestasi di Indonesia. Di Nanjing dan wilayah Jiangsu, terdapat Huiqiao (warga Tiongkok repatriasi asal Indonesia) yang jumlahnya tidak sedikit. Sejumlah modalitas ekonomi dan sosial budaya ini sangat konstruktif dan signifikan bagi upaya memajukan kerjasama bilateral di berbagai bidang yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dengan wilayah Jiangsu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.