SEGERA, Gelaran JISP 2012 dan Asia Tri Festival 2012

Untuk ke tujuh kalinya gelaran Jogja International Performing Arts Festival (JISP) dan Asia Tri Festival akan diselenggarakan pada tahun 2012. Direncanakan ada 20 seniman Indonesia dan luar negeri akan tampil dalam  JISP 2012 dan Asia Tri Festival 2012. Para seniman yang terlibat akan bertambah banyak dengan kehadiran kelompok seniman dari kabupaten/kota di DIY serta marching AUU yang juga turut diundang dalam gelaran ini.
JISP 2012 dan Asia Tri Festival 2012 akan berlangsung pada Jum’at-Sabtu (28-29/9) yang akan datang dengan menggunakan dua tempat penyelenggaraan yaitu di Societed Taman Budaya Yogyakarta (On Stage) yang akan dilaksanakan pada Jum’at (28/9) serta  On the  Street akan dilaksanakan di ruas Jalan Kaliurang berdampingngan dengan Universitas Gajah Mada sepanjang 150 meter pada Sabtu (29/9).

Puluhan seniman luar negeri yang direncanakan akan mengikuti JISP 2012 serta Asia Tri Festival 2012 adalah Titik Nol, Maya Dance serta Nnayan Ensamble (Singapura),  Michael Sakamoto, Waedo Shirisook, Chelsee Heikes  (America), Jocelyn M (Kanada), Kiran Raja Gopalan (India).

Dari Srilanka akan datang para seniman dari  Ratnaran Dance Academy, dari Jepang akan hadir Mi_Kuni, Takeru Kudo, Jun Amanto, juga akan hadir Luisa Veles (Meksiko) Hong Zhuan Yue (China) serta sederet nama seniman Indonesia seperti Padang Panjang, Palu Tadulako, Y subowo, Fitri Setyaningsih, Tembi Dance Company.

“Kami akan memanfaatkan kedekatan kami dengan para seniman tersebut untuk memastikan kehadiran mereka dan ini adalah metode yang selalu kami gunakan dalam menyelenggarakan kegiatan festival kami selama ini,” terang Direktur Festival JISP 2012, Bambang Paningron, Senin (17/9).

Bambang Paningron menerangkan, JISP 2012 dan Asia Tri Festival 2012 memiliki keunggulan konsep festival antara lain dengan menampilkan keberagaman budaya dari negara peserta, koreografi serta penataan kostum atraksi seni yang menarik  serta kerja on stage yang profesional.

“Mengundang penata lampu yang berasal dari jaringan seniman profesional stage yang kami miliki yaitu Soga Masaru dari Jepang untuk kepentingan JISP,” terang Bambang Paningron, Senin (17/9).

Menurut  Bambang Paningron, Yogyakarta telah menunjukan eksistensinya sebagai kota budaya, pendidikan dan pariwisata. Berbagai peristiwa seni – budaya, pariwisata dan event-event intelektual telah banyak digelar di Yogyakarta. Hal itu disebabkan oleh iklim pergaulan kreatif seniman dan masyarakat Yogyakarta ditunjang dengan tersediaannya sarana dan prasarana yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan tersebut.

Hanya sayang, peritiwa bencana alam yang beruntun menimpa Daerah istimewa Yogyakarta  telah membawa dampak negative bagi terlaksananya komunikasi budaya dalam bentuk penyelenggaraan event-event internasional. Oleh karena itu event Jogja International Street Performance (JISP) dipandang sangat penting dilaksanakan sebagai sebuah event pemulihan Yogyakarta. Penyelanggaraan event ini adalah salah satu usaha menormalkan dan merehabilitasi sektor kebudayaan dan pariwisata di Indonesia khususnya Yogyakarta.

Mari kita sebagai masyarakat kota Yogyakarta, ikut memeriahkan dan turut serta dalam acara ini, khususnya bagi para pecinta seni dan budaya.

Disadur dari: http://jogjanews.com/28-29-september-gelaran-jisp-2012-dan-asia-tri-festival-2012

Leave a Comment

Your email address will not be published.