NUMBERS IN THE SKY

Kita memandang ke langit setiap hari. Sekilas pandang menyadarkan kita akan waktu, suasana cuaca. Memandang lama menyebabkan aneka emosi dari membosankan hingga menakjubkan saat kita menghubungkan pikiran kita pada kebesaran Alam. Gambaran-gambaran ini memiliki kekuatan untuk membangkitkan aspek yang luar biasa dan spiritual dalam kehidupan. Selama berabad-abad para seniman telah merespon warna malam dan terang siang pun tangkapan inderawi atas bintang, bulan, awan, angin dan hujan. Lama kelamaan, baik sebagai subjek atau latar keberadaan manusia, langit dalam seni, telah menjadi sebuah metafora yang akrab bagi emosi puitis. Agus ‘Baqul’ Purnomo telah, selama bertahun-tahun, mengamati dan mengomentari Alam di sekitarnya. Bekerja dengan kaligrafi Arab, alfabet atau angka Romawi ia menciptakan lukisan yang liar yang menyingkap inti kehidupan. Saat ini, ia sedang mengarahkan rasa penasaran estetisnya kepada langit sebagai sumber inspirasi. Pameran Numbers in Sky oleh Jogja Contemporary di Sangkring Art Space mempersembahkan rangkaian karyanya yang terbaru: deretan angka acak yang bertabrakan dengan warna dan goresan kuas menciptakan gambaran yang kaya dan dinamis akan berbagai sudut langit sepanjang hari. Namun karyanya itu bukan sekedar reproduksi mimetis, melainkan sebuah penggunaan warna dan tanda yang ekspresif melalui gestur Ekspresionis Abstrak. Seringkali disebut sebagai sebuah pusaran, hasilnya adalah getaran spektrum warna dan bentuk yang dikuasai oleh berbagai energi visual. Sebagian berpijak dari karya berupa lapisan ayat-ayat Qur’an yang terstruktur dan meditatif, seri terbaru ini juga menampilkan sedikit pergeseran dalam proses, memunculkan sebuah perkembangan bentuk ekspresi dan eksperimentasi.

Sumber: http://www.sangkringartspace.net/

Leave a Comment

Your email address will not be published.