Lokasi Wisata yang Ternoda

(Agenda Jogja) Lokasi wisata di manapun itu berada sudah sewajarnya menyuguhkan pemandangan dan suasana yang mampu membangkitkan keceriaan, ketenangan, melepaskan pikiran penat karena itulah yang dicari pengunjung. Dibutuhkan kerjasama antara dinas pariwisata terkait dengan masyarakat sekitar dan juga para wisatawannya sendiri. Kerja sama yang didasari ingin menciptakan tempat wisata yang nyaman dan bersih sehingga akan berpengaruh kepada perekonomian warga sekitar.

Solusi yang bisa diterima oleh semua pihak, namun oknum  yang tidak bertanggung jawab menciderai komitmen yang dibuat untuk kemajuan pariwisata daerah. Situs-situs yang seharusnya dijaga malah dirusak, dikotori. Tong sampah yang disediakan tidak dimanfaatkan dengan baik.

Diperlukan kesadaran diri sendiri, imbauan, bahkan peringatan untuk menjaga lingkungan sekitar tempat wisata. Tidak selalu menyalahkan petugas kebersihan, tapi perlu kerja sama dari banyak pihak untuk menciiptakan lingkungan wisata yang kondusif dan ideal. Satu hal yang membuat miris jika datang ke lokasi wisata sejarah, bangunan yang sudah tua karena memang sudah berdiri sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu itu justru menjadi saksi bisu pasangan muda yang memadu kasih.

Bangunan yang penuh nilai historis itu seharusnya menjadi saksi bisu masyarakat jaman dulu, bangunan sakral yang menyimpan cerita legenda kini harus ternoda oleh nama-nama yang ditorehkan pada tembok. Seperti lokasi Taman Sari Yogyakarta, ada beberapa sudut benteng yang ternoda oleh ‘prasasti’ buatan manusia masa kini, dengan dalih ingin mengabadikan kenangan berdua bersama pasangan maka benteng bersejarah itu menjadi sarana yang nyaman untuk berbagi kisah ketika di Jogja. Sungguh miris memang. Wisata pantai juga tidak luput dari serbuan ketidaktahuan, ada beberapa pantai di Jogja yang bermasalah dengan sampah.

Hamparan pasir hampir dipenuhi oleh sampah yang dibawa pengunjung. Sampah plastik, botol bekas minuman, menodai pemandangan biru di seberang. Tindakan kecil namun bermanfaat besar jika dilakukan oleh semua pengunjung, masing-masing dengan kesadaran ingin menjaga lingkungan dan menikmati wisata tanpa sampah. Maka marilah kita menjadi wisatawan yang cerdas, sehingga alam akan menyuguhkan keindahan yang sempurna untuk liburan anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.