Pentas Seni Ketoprak Kolosal

Berbagai unsur eleman masyarakat DIY akan terlibat dalam pertunjukan ketroprak kolosal Panca Mahardika yang mengambil lakon Bumi Perdikan pada 5 Juni 2011 mendatang di Taman Budaya Yogyakarta. Ketoprak yang melibatkan lebih dari 100 orang pemain ini akan menyuguhkan pluralisme dan sekaligus memberi dukungan terhadap Keistimewaan Yogyakarta.
“Untuk kali pertama terjadi sebuah pertunjukan kethoprak dimainkan secara kolosal dan melibatkan berbagai unsur warga DIY. Kolosal karena melibatkan lebih dari 100 pemain dan pengrawit. Berbagai unsur mengingat yang terlibat tak hanya para pemain kethoprak yang telah kita kenal seperti Marwoto, Den Baguse Ngarso, namun juga melibatkan para lurah, walikota Yogya, Danrem Yogya, aparat TNI/Polri, para pengusaha , Kejari, wakil bupati Sleman, anggota dewan, kiai Muhaimin dan tokoh serta warga DIY lainnya” ujar Pimpinan Produksi Pementasan Ketoprak Kolosal, Prof.Dr.dr. Sutaryo saat ditemui di nDalem Benawan Jalan Rotowijayan 24 Yogyakarta, Kamis (19/5)
Sutaryo mengatakan yang perlu digarisbawahi, mereka semua ketika ikut bermain menanggalkan baju identitas mereka. Semua hanya menyandang satu identitas, yakni sebagai warga DIY yang kompak, menyatu untuk sama-sama nyengkuyung DIY adalah basis kebudayaan yang tak akan meninggalkan seni tradisi.
Bertindak sebagai sutradara sekaligus pembuat naskah adalah Nano Asmorodono. Tim artistik dipimpin Ong Harry Wahyu.Sementara penata musik diantaranya melibatkan Hadi OT, Warsono Kliwir, Benyek, Encik .
“Semua ini dibawah bendera komunitas Panca Mahardhika. Pementasan ini didukung penuh atas sponsor utama Bakso Lapangan Tembak Senayan, Sido Muncul, Bakpia Djava, Raminten, Gembiro Loka dan instansi lainnya” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakanya mengingat pentas ini adalah dari dan untuk warga DIY, maka diharapkan masyarakat DIY berduyun-duyun menonton. Adapun harga tiket hanya Rp 25 ribu untuk kelas VIP dan Rp 15 ribu untuk kelas festival. Namun ada pula undangan VVIP yang dijual seharga Rp 250 ribu. Tiket untuk sementara dapat dibeli di ndalem Benawan Jalan Rotowijayan 24 serta Bias Adv di Jalan Kabupaten Sleman.
“Semua hasil penjualan tiket akan kami serahkan ke bapak Herry Zudianto yang kami pandang sebagai sosok wali kebudayaan. Dana ini nantinya bisa dipakai untuk mendukung kegiatan seni lainnya,” pungkasnya.

 

Sumber:

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply