HIPSI DIY Launching Kurikulum Wirausaha Santri

HIPSI DIY Sandiaga Uno Buchori AZ

SLEMAN – Upaya Pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIJ untuk menyiapkan santri yang mandiri terus dilakukan. Memberikan bekal pengetahuan kecakapan hidup, HIPSI DIJ meluncurkan Kurikulum Kewirausahaan yang ditujukan bagi para santri di pondok pesantren, Senin (29/6) kemarin. Launching Kurikulum Wirausaha Santri ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar Risalah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Hadir dalam acara launching ini, pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno, Ketua HIPSI DIJ Bukhori Zahrowi, Ketua HIPSI Sleman Muh. Fathoni, Ketua HIPSI Magelang Mr Hani, Komunitas Tangan Diatas (TDA), dan para mahasiswa dan santri dari beberapa pesantren di Jogjakarta.

”Kurikulum ini akan menjadi salah satu pedoman bagi pesantren dalam memberikan materi kewirausahaan bagi para santri,” ujar Bukhori Zahrowi di sela acara launching yang merupakan rangkaian Safari Ramadan HIPSI DIJ ini.

Bukhori mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum memberikan pengetahuan kewirausahaan yang cukup. Akibatnya, tidak sedikit santri yang lulus dari pesantren, tidak siap mandiri menjalani kehidupan di masyarakat. ”Kalau pendidikan agama okelah tidak diragukan lagi. Tapi bekal kewirausahaan masih banyak yang begitu dilepas di masyarakat belum bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap adanya kurikulum ini, para pengasuh pesantren bisa memberikan pengetahuan kewirausahaaan yang cukup bagi santri. Bahkan, sebagai bentuk kerja sama, HIPSI DIJ juga akan memberikan kesempatan bagi santri yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di tempat usaha yang dimiliki anggota HIPSI.

”Kita juga siapkan para pengusaha yang siap untuk menjadi tempat magang dan praktik usaha. Dan itu bisa dijalani secara bersama-sama,” terangnya. Dijelaskan, kurikulum wirausaha santri ini ada tiga tingkatan. Yakni tingkat dasar, menengah dan lanjut. ”Masing-masing level berbeda-beda materi dan staf pengajarnya. Jadi nanti menyesuaikan dengan jenis tingkatannya,” terangnya sambil menjelaskan bagi santri yang berminat bisa mendaftar lewat HIPSI DIJ. (sam/ila/ong)
http://www.radarjogja.co.id/…/hipsi-dij-launching-kurikulu…/

Pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno (tengah) saat memberikan materi kewirausahaan di Pesantren Ar Risalah Mlangi, Senin (29/6) kemarin.

 

SLEMAN – Upaya Pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIJ untuk menyiapkan santri yang mandiri terus dilakukan. Memberikan bekal pengetahuan kecakapan hidup, HIPSI DIJ meluncurkan Kurikulum Kewirausahaan yang ditujukan bagi para santri di pondok pesantren, Senin (29/6) kemarin. Launching Kurikulum Wirausaha Santri ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar Risalah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Hadir dalam acara launching ini, pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno, Ketua HIPSI DIJ Bukhori Zahrowi, Ketua HIPSI Sleman Muh. Fathoni, Ketua HIPSI Magelang Mr Hani, Komunitas Tangan Diatas (TDA), dan para mahasiswa dan santri dari beberapa pesantren di Jogjakarta.

”Kurikulum ini akan menjadi salah satu pedoman bagi pesantren dalam memberikan materi kewirausahaan bagi para santri,” ujar Bukhori Zahrowi di sela acara launching yang merupakan rangkaian Safari Ramadan HIPSI DIJ ini.

Bukhori mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum memberikan pengetahuan kewirausahaan yang cukup. Akibatnya, tidak sedikit santri yang lulus dari pesantren, tidak siap mandiri menjalani kehidupan di masyarakat. ”Kalau pendidikan agama okelah tidak diragukan lagi. Tapi bekal kewirausahaan masih banyak yang begitu dilepas di masyarakat belum bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap adanya kurikulum ini, para pengasuh pesantren bisa memberikan pengetahuan kewirausahaaan yang cukup bagi santri. Bahkan, sebagai bentuk kerja sama, HIPSI DIJ juga akan memberikan kesempatan bagi santri yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di tempat usaha yang dimiliki anggota HIPSI.

”Kita juga siapkan para pengusaha yang siap untuk menjadi tempat magang dan praktik usaha. Dan itu bisa dijalani secara bersama-sama,” terangnya. Dijelaskan, kurikulum wirausaha santri ini ada tiga tingkatan. Yakni tingkat dasar, menengah dan lanjut. ”Masing-masing level berbeda-beda materi dan staf pengajarnya. Jadi nanti menyesuaikan dengan jenis tingkatannya,” terangnya sambil menjelaskan bagi santri yang berminat bisa mendaftar lewat HIPSI DIJ. (sam/ila/ong)
http://www.radarjogja.co.id/…/hipsi-dij-launching-kurikulu…/

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: Best CD Rates | Thanks to dcreators, Las Vegas Condo High Rises and Conveyancing