Ingin Usaha Sukses?, Harus Muliakan Duha

BANTUL (KRjogja.com) – Bagi Pengusaha Nasional, Sandiaga Salahuddin Uno, kesuksesan seorang pengusaha atau entrepreneur Muslim tak lepas dari campur tangan Allah. Selain bekerja keras etrepreneur harus rajin mengagungkan asma Allah.

“Bila ingin sukses, etrepreneur Muslim harus memuliakan waktu Duha,” ujar Sandiaga Uno di sela-sela sharing entrepreneur di Pondok Pesantren Ad Duha Pajangan Bantul.

Hal itu sebagai salah satu pengalamanya saat mulai meniti karir sebagai entrepreneur sampai sekarang. PascaPHK yang dialami membuat dirinya berjuang keras menjadi pengusaha. Disamping itu ia tak lupa untuk selalu menjalankan salat Duha.

Tak disangka, dengan terus berusaha dan melaksanakan salat Duha selama ini, ia pun merasakan perubahan dirinya yang sangat luar biasa. Kini Pimpinan PT Adaro Energy Tbk, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia ini yang awalnya memulai karir sebagai entrepreneur dengan 3 karyawan kini jumlahnya mencapai 30.000 karyawan.

“Saya berharap sharing saya mampu memotivasi pengusaha atau calon pengusaha untuk memanfaatkan waktu Duha. Salat dan doa Duha memiliki makna yang sangat luar biasa,” tegas Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2005-2008 ini.

Sementara Pimpinan Yayasan sekaligus salah satu pengurus Pondok Pesantren Ad Duha Pajangan Bantul, H Buchori AZ mengaku senang dengan kedatangan pengusaha tingkat nasional Sandiaga Uno. Apalagi dalam sharing pengalamannya sangat memotivasi. “Ini sangat luar biasa, orang terkaya nomor 37 di Indonesia saja sukses karena rajin salat Duha. Ini patut menjadi contoh dan teladan bagi kita semua,” jelasnya. (Usa)

HIPSI DIY Launching Kurikulum Wirausaha Santri

HIPSI DIY Sandiaga Uno Buchori AZ

SLEMAN – Upaya Pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIJ untuk menyiapkan santri yang mandiri terus dilakukan. Memberikan bekal pengetahuan kecakapan hidup, HIPSI DIJ meluncurkan Kurikulum Kewirausahaan yang ditujukan bagi para santri di pondok pesantren, Senin (29/6) kemarin. Launching Kurikulum Wirausaha Santri ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar Risalah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Hadir dalam acara launching ini, pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno, Ketua HIPSI DIJ Bukhori Zahrowi, Ketua HIPSI Sleman Muh. Fathoni, Ketua HIPSI Magelang Mr Hani, Komunitas Tangan Diatas (TDA), dan para mahasiswa dan santri dari beberapa pesantren di Jogjakarta.

”Kurikulum ini akan menjadi salah satu pedoman bagi pesantren dalam memberikan materi kewirausahaan bagi para santri,” ujar Bukhori Zahrowi di sela acara launching yang merupakan rangkaian Safari Ramadan HIPSI DIJ ini.

Bukhori mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum memberikan pengetahuan kewirausahaan yang cukup. Akibatnya, tidak sedikit santri yang lulus dari pesantren, tidak siap mandiri menjalani kehidupan di masyarakat. ”Kalau pendidikan agama okelah tidak diragukan lagi. Tapi bekal kewirausahaan masih banyak yang begitu dilepas di masyarakat belum bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap adanya kurikulum ini, para pengasuh pesantren bisa memberikan pengetahuan kewirausahaaan yang cukup bagi santri. Bahkan, sebagai bentuk kerja sama, HIPSI DIJ juga akan memberikan kesempatan bagi santri yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di tempat usaha yang dimiliki anggota HIPSI.

”Kita juga siapkan para pengusaha yang siap untuk menjadi tempat magang dan praktik usaha. Dan itu bisa dijalani secara bersama-sama,” terangnya. Dijelaskan, kurikulum wirausaha santri ini ada tiga tingkatan. Yakni tingkat dasar, menengah dan lanjut. ”Masing-masing level berbeda-beda materi dan staf pengajarnya. Jadi nanti menyesuaikan dengan jenis tingkatannya,” terangnya sambil menjelaskan bagi santri yang berminat bisa mendaftar lewat HIPSI DIJ. (sam/ila/ong)
http://www.radarjogja.co.id/…/hipsi-dij-launching-kurikulu…/

Pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno (tengah) saat memberikan materi kewirausahaan di Pesantren Ar Risalah Mlangi, Senin (29/6) kemarin.

 

SLEMAN – Upaya Pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIJ untuk menyiapkan santri yang mandiri terus dilakukan. Memberikan bekal pengetahuan kecakapan hidup, HIPSI DIJ meluncurkan Kurikulum Kewirausahaan yang ditujukan bagi para santri di pondok pesantren, Senin (29/6) kemarin. Launching Kurikulum Wirausaha Santri ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar Risalah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Hadir dalam acara launching ini, pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno, Ketua HIPSI DIJ Bukhori Zahrowi, Ketua HIPSI Sleman Muh. Fathoni, Ketua HIPSI Magelang Mr Hani, Komunitas Tangan Diatas (TDA), dan para mahasiswa dan santri dari beberapa pesantren di Jogjakarta.

”Kurikulum ini akan menjadi salah satu pedoman bagi pesantren dalam memberikan materi kewirausahaan bagi para santri,” ujar Bukhori Zahrowi di sela acara launching yang merupakan rangkaian Safari Ramadan HIPSI DIJ ini.

Bukhori mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak pesantren yang belum memberikan pengetahuan kewirausahaan yang cukup. Akibatnya, tidak sedikit santri yang lulus dari pesantren, tidak siap mandiri menjalani kehidupan di masyarakat. ”Kalau pendidikan agama okelah tidak diragukan lagi. Tapi bekal kewirausahaan masih banyak yang begitu dilepas di masyarakat belum bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap adanya kurikulum ini, para pengasuh pesantren bisa memberikan pengetahuan kewirausahaaan yang cukup bagi santri. Bahkan, sebagai bentuk kerja sama, HIPSI DIJ juga akan memberikan kesempatan bagi santri yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di tempat usaha yang dimiliki anggota HIPSI.

”Kita juga siapkan para pengusaha yang siap untuk menjadi tempat magang dan praktik usaha. Dan itu bisa dijalani secara bersama-sama,” terangnya. Dijelaskan, kurikulum wirausaha santri ini ada tiga tingkatan. Yakni tingkat dasar, menengah dan lanjut. ”Masing-masing level berbeda-beda materi dan staf pengajarnya. Jadi nanti menyesuaikan dengan jenis tingkatannya,” terangnya sambil menjelaskan bagi santri yang berminat bisa mendaftar lewat HIPSI DIJ. (sam/ila/ong)
http://www.radarjogja.co.id/…/hipsi-dij-launching-kurikulu…/

 

 

H Buchori AZ Terpilih Ketua APJI Bantul

BANTUL (KRjogja.com) - Setelah melalui proses cukup banyak, akhirnya H Buchori AZ terpilih sebagai Ketua DPC Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Idonesia (APJI) Bantul periode 2014-2019 dalam muscab di Omah Kampung Jalan Bantul Km 9,2 Bantul.

Buchori sendiri terpilih secara aklamasi dan dalam pemilihan mendapat 24 suara dari calon lain yang hanya mendapat 18 suara dari anggota. Dengan begitu pengusaha roti Aflah ini berhak untuk menduduki jabatan Ketua DPC APJI Bantul.

“Setelah terpilih ke depan kami akan berusaha meningkatkan program kerja APJI Bantul. Kami akan menjalin kerja sama dengan pemerintah maupun pihak-pihak yang dapat bekerja sama dengan para pengusaha jasa boga di Bantul,” kata Buchori kepada KRjogja.com usai pelaksanaan muscab, Kamis (08/05/2014).

Sebagai ketua terpilih, Buchori sebelumnya tak kaget kalau dirinya akan menjabat sebagai ketua. Karena sebelum muscab sudah ada musyawarah yang dengan aklamasi memilih dirinya menggantikan ketua APJI Bantul sebelumnya, Istiatun.
Tetapi setelah ada anggota lain yang ingin menjabat sebagai ketua maka diadakan pemilihan. Dari hasil pemilihan diketahui Buchori, seorang pengusaha sukses asal Sanden Bantul ini meraup suara terbanyak dan terpilih sebagai ketua. (Usa)

APJI Jadikan Bantul Pusat Kuliner Yogyakarta

BANTUL (KRjogja.com) – Banyaknya pusat kuliner terkenal di Kabupaten Bantul, membuat Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Idonesia (APJI) Bantul bertekad menjadi wilayah ini sebagai pusat kuliner di DIY. Hal ini tentu akan membawa angin segar bagi para pegusaha kuliner di Bantul untuk berkembang dan meningkatkan produktivitasnya.

“Selama ini Bantul banyak potensi menggiurkan yang dapat menjadi ilkon pendapatan daerah. Salah satunya menjadi beberapa pusat kuliner yang terkenal. Hal ini menjadi potensi yang harus diharap dan dikembangkan,” ungkap Hj Istiatun Ismartoyo, Ketua DPC APJI Bantul periode 2008-2009 kepada KRJogja.com di sela-sela Muscab DPC APJI Bantul di Omah Kampung Jalan Bantul Km 9,2 Bantul, Rabu (07/05/2014).

Disebutkan, pusat kuliner di Bantul yang cukup terkenal di antaranya sate klatak, mie des dan beberapa pusat kuliner tradisional lainnya. Tetapi hingga kini banyak pengusaha kuliner atau pengusaha di bidang jasa boga belum masuk ke APJI. Harapan ke depan setelah kepengurusan baru terbentuk akan mampu merekrut anggota baru untuk mengembangkan kulier di Bantul.

Hingga kini, pengusaha di bidang boga dan kuliner yang masuk ke APJI ada sekitar 60 pengusaha. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding pengusaha yang belum bergabung. Untuk itu Istiatun mengimbau pengusaha dibidang boda maupun kulir jangan takut dan sungkan bergabung ke APJI Bantul.

“Tak hanya pengusaha boga maupun kulier. Pengusaha pendukung seperti pengusaha persewaan tenda dan dekorasi manten terbuka lebar untuk masuk ke APJI,” tegas Istiatun yang dikenal sebagai pengusaha catering dan salon Andina ini.

Sementara Ketua Muscap DPC APJI Bantul, Suharti Sumitro mengatakan, muscab kali ini memiliki agenda yakni pertanggungjawaban pengurus lama dan pemilihan pengurus baru serta penyusunan program periode 2014-2019.

“Pengusaha yang masuk ke APJI dapat saling membangun kerja sama antara anggota lainnya. Bila mendapat job cukup banyak dan tak dapat ditangani sendiri, anggota APJI dapat mengajak pengusaha lain untuk membantu. ini sebagai salah satu keuntungan bila pengusaha menjadi anggota APJI,” tegas Suharti. (Usa)


 

Agenda Jogja

Seminar di UIN

Powered by WordPress | Designed by: Best CD Rates | Thanks to dcreators, Las Vegas Condo High Rises and Conveyancing